Ini Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan

Beberapa tahun terakhir, trend penggunaan baja ringan di Indonesia semakin tinggi. Pasalnya, selain harga baja ringan lebih ekonomis dibandingkan kayu, baja ringan juga kekuatan yang jauh di atas bahan kayu.

Pada awalnya, trend penggunaan baja ringan lebih kepada penggunaan sebagai rangka atap, karena para ahli konstruksi Indonesia banyak mengadaptasi metode ini dari “Negeri Sakura” yang telah jauh lebih dulu menggunakan teknologi atap baja ringan. Konon penggunaan konstruksi bangunan dari baja ringan di Jepang, diilhami dari pengembangan teknologi bangunan anti gempa.

Keberhasilan Jepang inilah yang kemudian menginspirasi penggunaan baja ringan di tanah air. Maka perlahan namun pasti, trend penggunaan baja ringan terus naik sampai saat ini.

Jika Anda ingin memanfaatkan baja ringan ini, tentu saja Anda jangan sekadar ikut-ikutan. Sebab nanti Anda bisa kecewa kalau apa yang Anda harapkan tak sesuai dengan kenyataan. Maka tampaknya, sebelum menggunakan baja ringan sebagai bahan dasar bangunan Anda, ada baiknya kita pelajari dulu kelebihan dan kekurangan bahan yang satu ini.

Sekarang kita bicara kelebihannya terlebih dahulu.  Daya tahan baja ringan sebenarnya tak jauh berbeda dengan baja konvensional hanya saja bobotnya jauh lebih ringan, sehingga jika baja biasa diperlukan beberapa orang untuk mengangkatnya, pada baja ringan cukup dikerjakan oleh satu dua orang saja. Sehingga proses pemasangannya juga bisa lebih cepat.

Selain itu berbeda dengan kayu yang punya kualitas, panjang dan lebar tidak merata, baja ringan jelas kualitas, panjang dan lebarnya merata karena diproduksi oleh pabrikan. Selain itu berbeda dengan kayu yang mudah rusak akibat cuaca, baja ringan jauh lebih tahan, bahkan baja ringan juga tahan terhadap korosi (karat) ataupun serangan rayap. Jadi jelas baja ringan akan lebih awet.

Baja ringan juga akan lebih mudah dibentuk karena sifatnya yang lentur. Ini jauh berbeda jika dibandingkan kita menggunakan baja konvensional ataupun kayu yang memiliki sifat keras sehingga sulit dibentuk. Selain itu baja ringan juga bisa dipasang dengan sistem knock down artinya baja ringan bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan, sehingga material ini lebih ramah lingkungan.

Lalu bagaimana dengan kelemahannya? Apakah baja ringan juga punya kelemahan?

Ya, tentu saja material ini juga punya kelemahan juga walau tak sebanding jika kita melihat kelebihannya. Beberapa kekurangan baja ringan ini perlu diantisipasi oleh pemakainya selama proses konstruksi. Salah satunya kelemahannya dibandingkan meterial lain adalah, jika baja ringan ingin dijadikan sebagai bahan rangka atap, maka perlu perhitungan yang teliti untuk menyusunnya. Sebab jika ada bagian yang salah perhitungan atau salah memasang, maka bagian atap yang lain akan terkena imbasnya. Karena itu pengerjaan rangka baja ringan perlu lebih teliti dibandingkan material lain seperti kayu atau baja konvensional. Perlu gambar detil kerja agar atap bisa dibangun dan berfungsi dengan baik.

Kelemahan lainnya, rangka atap baja ringan kurang indah dipandang apabila struktur atap tersebut diekspos. Hal ini berbeda dengan material kayu yang bisa kita ekspose untuk menunjukkan keindahannya. Jadi nrangka atap baja ringan perlu ditutup dengan plafon agar tak mengganggu nilai estetika bangunan Anda.

Demikian kelebihan dan kekurangan baja ringan, jadi silakan Anda putuskan, apakah ingin menggunakan material ini atau Anda ingin menggunakan material lainnya.

LEAVE A COMMENT