Ciri-ciri Semen Berkualitas

Semen mungkin adalah salah satu material yang paling kuno dalam dunia bangunan, sebab bahan yang diciptakan menjelang keruntuhan Kerajaan Romawi ini (1100-1500 M) masih digunakan orang hingga saat ini. Meski memang ada sejumlah modifikasi dilakukan untuk menambah kualitasnya.

Dalam dunia pembangunan, zat satu ini masih merupakan bahan material andalan dalam pengerjaan struktur bangunan. Sebab sebagai bahan perekat, semen yang memiliki 4 unsur utama, yaitu batu kapur, tanah liat, pasir kwarsa, dan pasir besi ini masih terus dipertahankan.

Masalahnya, apakah semua semen yang dijual di pasaran memiliki kualitas yang sama? Bagaimana membedakan antara semen yang bagus dangan yang kurang baguS? Bagaimana cara orang awam dalam dunia material bangunan mengetahui itu produk berkualitas atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan itu memang kerap mengganjal kita.

Sebenarnya secara kualitas, tak ada perbedaan yang sangat jauh dari satu merek ke merek yang lain. Kalaupun ada selisihnya tak terlalu jauh. Namun sebagai konsumen, Anda tetap harus memperhatiakan beberapa faktor ini dalam memilih semen.

Langkah pertama adalah pilihlah semen yang telah berlebel SNIĀ  alias Standar Nasional Indonesia. Mengapa? Sebab saat ini banyak sekali beredar semen repack (dikemas ulang). Konon semen-semen ini dikemas ulang dari semen luar negeri. Dengan memperhatikan SNI, kita dapat memastikan bahwa produk yang kita beli sudah standar dengan industri di dalam negeri.

Langkah kedua, perhatikan kemasan semen tersebut. Carilah semen yang kemasannya tidak rusakĀ  atau sobek. Mengapa? Karena semen yang kemasannya sudah sobek, pastilah sudah kemasukan udara sehingga ada beberapa bagian yang sudah mengeras seperti batu. Dan ini sangat kurang baik jika kita gunakan.

Langkah ketiga, pastikan bahwa semen yang akan Anda beli tidak terlalu lama disimpan. Karena jangka waktu ideal untuk penyimpanan semen adalah 1 bulan, lebih dari itu kualitasnya akan menurun. Maka untuk mengetahui kualitas semen yang akan Anda beli, silakan tekan kemasan semen tersebut. Jika terasa lunak, berarti semen masih berkualitas bagus. Namun jika terasa keras, maka kualitasnya sudah berkurang. Ingat juga jangan membeli semen yang bersentuhan langsung dengan lantai, karena biasanya kelembaban lantai akan mempengaruhi kualitas semen yang akan Anda beli tersebut.

Langkah selanjutnya, Anda bisa meminta sampel dari penjualnya untuk melihat warna semen tersebut. Semen yang bagus biasanya berwarna abu-abu kehijauan. Ingat jangan membeli semen yang berwarna gelap, karena semakin gelap warna semen itu, maka akan semakin mudah retak saat digunakan. Selain warnanya, semen yang berkualitas juga bisa Anda rasakan ketika Anda memegangnya. Jika butiran semen dapat terurai dengan sempurna dan terasa lembut di tangan, maka dapat dipastikan bahwa semen tersebut dapat dikategorikan sempurna.

Dan langkah terakhir adalah belilah semen yang dengan merek-merek yang jadi referensi tukang atau konsultan pembangunan Anda. Dengan mendapatkan masukan dari ahlinya, bisa dipastikan Anda tidak akan salah dalam memilih semen yang berkualitas. Semoga artikel ini cukup membantu Anda dalam memilih semen yang berkualitas.

LEAVE A COMMENT